Semua ibu pasti akan sangat bangga apabila bisa memberikan ASI eksklusif bagi sang buah hati. Bagaimana tidak? ASI merupakan sumber nutrisi terbaik untuk mendukung pertumbuhan bayi di awal kehidupannya sebagai bekal ia tumbuh jadi anak hebat.
Bayi yang mendapatkan cukup ASI akan tumbuh menjadi anak hebat yang memiliki kemampuan IQ dan EQ. Kemampuan IQ (intelegensi) misalnya kemampuan berhitung, berbahasa dan mempunyai memori kuat. Sedangkan, kemampuan EQ (emosional) seperti memiliki rasa peduli terhadap sekitarnya, cepat tanggap pada informasi baru juga mudah bersosialisasi.
World Health Organization (WHO) dan United Nations Children’s Fund (UNICEF) menganjurkan pemberian ASI secara eksklusif, yaitu ASI saja sampai bayi berusia 6 bulan, tanpa tambahan cairan ataupun makanan lain selain ASI.
Dalam kenyataannya, pemberian ASI eksklusif selama enam bulan tidak sesederhana yang dibayangkan. Banyak kendala yang timbul dalam upaya memberikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi. Salah satunya adalah kuragnya produksi ASI sang ibu.Hal yang dapat dilakukan untuk menolong ibu yang ASI nya kurang adalah mencoba menemukan penyebabnya. Ada beberapa faktor yang perlu diidentifikasi dan diperbaiki sebagai penyebab berkurangnya ASI, yaitu :
1. Faktor Menyusui
Hal-hal yang dapat mengurangi produksi ASI ialah :2. Faktor Psikologis Ibu
- Tidak melakukan inisiasi menyusu dini
- Menjadwal pemberian ASI
- Memberikan minuman prelaktal (bayi diberi minum sebelum ASI keluar), apalagi memberikannya dengan botol/dot
- Kesalahan pada posisi dan perlekatan bayi pada saat menyusu
- Tidak mengosongkan salah satu payudara saat menyusui
Ibu yang tidak mempunyai keyakinan mampu memproduksi ASI umumnya akhirnya memang produksi ASI nya berkurang. Stres, khawatir, ketidakbahagiaan ibu pada periode menyusui sangat berperan dalam mensukseskan pemberian ASI eksklusif.3. Faktor Fisikis Ibu
Faktor fisik ibu seperti ibu sakit, lelah, ibu yang menggunakan pil kontrasepsi atau alat kontrasepsi lain yang mengandung hormon, ibu menyusui yang hamil lagi, peminum alkohol, perokok, atau ibu dengan kelainan anatomis payudara dapat mengurangi produksi ASI.4. Faktor Bayi
Bayi kecil, prematur atau dengan berat badan lahir rendah (BBLR) mempunyai masalah dengan proses menyusui karena refleks menghisapnya masih relatif lemah. Bayi yang sakit dan memerlukan perawatan akan mempengaruhi produksi ASI, hal ini disebabkan karena tidak adanya rangsangan terhadap reflek let down.Sebaiknya ibu berkonsultasi dengan pakar laktasi untuk mengetahui lebih lanjut penyebab produksi ASI yang semakin berkurang, hal ini dikarenakan kondisi ibu menyusui berbeda-beda begitupula dengan penanganan yang nantinya akan membantu dalam mengatasi ASI yang berkurang.
Cara yang lebih baik adalah tetap memberikan ASI secara langsung kepada bayi. Hisapan bayi ketika menyusui akan membantu dalam meningkatkan produksi ASI selain itu pijatan lembut dan pompa ASI sebelum memberikan ASI secara langsung kepada bayi. Kenali pula penyebab dan gejala yang dirasakan akan membantu ahli laktasi melakukan diagnosa terhadap terganggunya produksi ASI.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar